Senin, 15 November 2010

Murray Minta Dilatih Becker?

Selasa, 16 November 2010 - 12:27 wib
Andy Murray/ Foto: Daylife
LONDON – Andy Murray masih kebingungan mencari pelatih. Namun belakangan dia disebut-sebut tengah mendekati Boris Becker.

Petenis asal Skotlandia tidak memiliki pelatih tetap sejak mundurnya Miles Maclagan usai Wimbledon lalu. Meskipun mengaku tidak buru-buru mencari pengganti, tapi belum lama ini dia mengaku tengah mempertimbangkan Becker untuk menjadi pelatihnya.

“Saya belum memikirkannya, tapi saya juga tidak boleh melupakan Becker. Banyak petenis hebat di masa lalu yang bisa membantu saya, mungkin saja dia jadi salah satunya,” seru Murray seperti dikutip ESPN, Selasa (16/11/2010).

Murray yang kini turun ke peringkat kelima ranking ATP karena dikalahkan oleh Gael Monfils pada semifinal Paris Masters 2010 pekan kemarin mulai menatap perhelatan ATP World Tour Finals. Dia menyatakan lebih senang jika nantinya berhadapan dengan Rafael Nadal ketimbang Roger Federer pada turnemen yang akan dilangsungkan di O2 Arena, London.

“Saya berhasil mengalahkan Federer beberapa kali, sedangkan Nadal hanya beberapa kali saja. Walau rekor saya buruk ketika bertemu Nadal, namun saya senang berhadapan dengannya. Saya suka permainan reli,” tuntasnya.(msy)






"Red Bull Tim Terbaik di Dunia"

Selasa, 16 November 2010 - 12:17 wib
Foto: Christian Horner bersama Adrian Newey dan Sebastian Vettel (Daylife)
MILTON KEYNES - Atmosfer kebahagiaan masih terus menyelimuti kubu Milton Keynes. Bahkan Tim Principal Christian Horner mengklaim Red Bull adalah tim yang terbaik di dunia.

Di musim ini, Red Bull memanen hasil kerja keras mereka. Tim banteng merah berhasil mengawinkan gelar juara konstruktor dengan juara pembalap yang diraih Sebastian Vettel.

Wajar jika sebagai tim principal, Horner merasa bangga atas perolehan yang diraih timnya. Bahkan dengan menyabet dua gelar juara sekaligus, Horner tak segan mengklaim Red Bull adalah tim yang terbaik di dunia.

“Ini perfoma tim yang hebat. Ini tim yang masih sangat muda dan saya bangga atas perolehan ini. Kini saya bisa percaya bahwa Red Bull adalah tim yang terbaik di dunia ” ujarnya kepada Autosport, Selasa (16/11/2010).

“Kami mempunyai dukungan yang hebat dari kru Red Bul dan Dietrich Mateschitz (owner). Saya menyadari bahwa ada antusiasme yang besar dari para anggota tim di Milton Keynes atas gelar juara ini. Tentunya kami pantas untuk membanggakan tim,” tambah Horner.





"Vettel Bisa Lebih Baik Lagi"

Selasa, 16 November 2010 - 12:12 wib
Foto: Sebastian Vettel (tengah)/ Daylife
MILTON KEYNES – Dengan menyandang gelar juara dunia, Sebastian Vettel akan menjadi pembalap yang lebih baik lagi di musim depan. Demikian pendapat yang dilontarkan oleh tim konsultan Helmut Marko.

Awalnya, tidak ada yang mengira Vettel akan meraih gelar juara di usianya yang masih sangat muda, 23 tahun 135 hari. Namun pembalap asal Jerman itu berhasil menjawab semua keraguan.

Bukan hanya Vettel, Red Bull pun turut merasa bahagia dan bangga atas prestasi yang ditorehkan pembalapnya. Marko menjamin, Vettel akan menjadi pembalap yang lebih baik dan dewasa setelah berhasil menyandang gelar juara.

“Saya menyadari bahwa dia menjalani balapan yang sulit, seperti di Turki, Monte Carlo dan Barcelona. Kemudian, dia mengalami masalah di Budapest. Begitu juga di Korea yang merupakan situasi sangat sulit, namun dia tidak pernah menyerah dan tidak kehilangan fokus,” ujar Horner.

“Menurut saya dia akan lebih dewasa dan lebih santai setelah mendapatkan gelar juara ini. Maka kami akan melihatnya nanti di musim depan,” tambahnya kepada Autosport, Selasa (16/11/2010).
(fmh)



Margarito: Pacquiao Petarung Terbaik

Selasa, 16 November 2010 - 11:41 wib
Antonio Margarito & Manny Pacquiao/ Foto: Daylife
LAS VEGAS – Antonio Margarito menerima kekalahannya dari Manny Pacquiao dengan lapang dada. Dia sekarang bahkan memuji sang lawan.

Kedua petinju naik ring pada Minggu (14/11/2010). Dalam duel perebutan gelar juara kelas menengah super versi WBC, petinju berjuluk Pacman menang angka mutlak 120-108, 118-110, 119-109 atas Margarito.

Usai pertarungan Margarito dilarikan ke rumah sakit karena menderita keretakan tulang pelipis. Untungnya, hal itu tidak membuat pentinju asal Meksiko sakit hati, dia malah balik memuji.

“Saya sudah mengerahkan segala daya, tapi sungguh sial saya tidak dapat meraih kemenangan dari petarung terbaik di dunia,” seru Maragarito seperti dikutip Boxing Scene, Selasa (16/11/2010).

Pacquiao yang juga tercatat sebagai anggota dewan Filipina sempat meminta wasit menghentikan pertarungan karena melihat lawan sudah cedera parah. Margarito sendiri coba memberikan penjelasan.

“Sudah saya katakan dari awal, saya tidak akan pernah berhenti dan akan berusaha memenangkan setiap pertarungan hingga detik terakhir,” cetusnya.(msy)




Hamilton Tidak Tertarik ke Red Bull

Selasa, 16 November 2010 - 11:35 wib
Lewis Hamilton bersama kekasihnya Nicole Scherzinger/ Foto: Daylife
WOKING – Meskipun disebut memiliki mobil terbaik, namun  Red Bull tetap tidak mampu menarik minat Lewis Hamilton.

Red Bull kini menjelma sebagai salah satu tim papan atas di ajang Formula One (F1). Garansinya adalah dua titel juara konstruktor serta pembalap yang baru saja diraih.

Atas dasar itu banyak pembalap tertarik bergabung dengan tim berlisensi Austria. Tapi tidak demikian dengan Hamilton yang kini masih berstatus pembalap McLaren.

“Tidak ada sedikitpun keinginan bergabung ke Red Bull. Tidak ada karakter di sana, bagi saya tim yang memiliki citra hanyalah McLaren,” ketus Hamilton seperti dikutip The Mirror, Selasa (16/11/2010).

“Red Bull memang fantastis. Saya tentu ingin punya mobil sebagus mereka,” sambungnya.

“Tapi saya mengidolakan Ayrton Senna dan selalu ingin menjadi bagian tim yang pernah dibelanya,” pugkas pemuda asal Inggris.(msy)






Ferrari Gagal, Domenicali Kecewa

Selasa, 16 November 2010 - 10:47 wib
Foto: Stefano Domenicali (Daylife)
MARANELLO - Team principal Stefano Domenicali mengaku sangat kecewa ketika melihat Fernando Alonso gagal meraih gelar juara dunia musim ini.

Sebenarnya, Alonso hanya membutuhkan finis di urutan keempat di Abu Dhabi untuk mengamankan gelar juara ketiganya. Namun sayang, akibat strategi yang salah, pembalap asal Spanyol itu harus merosot ke urutan ketujuh dan berada di peringkat kedua klasemen.

Kendati masih menyisakan rasa kekecewaan, Domenicali menegaskan bahwa Ferrari harus segera bangkit kembali dan mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi balapan musim depan.

“Pertama, saya ingin mengucapkan selamat kepada Vettel karena keberhasilannya. Saya merasa sangat kecewa. Ketika berada di sana dan melihat apa yang dilakukan, tentunya akan terasa sangat sakit,” ujarnya.

“Tentunya ini balapan yang buruk untuk kami. Namun setelah kegagalan ini, yang bisa dilakukan adalah berusaha lebih baik lagi untuk musim depan. Pasalnya kami mempunyai semua elemen untuk bisa melakukannya,” jelasnya.jelasnya kepada Autosport, Selasa (16/11/2010).

“Kami menyadari bahwa kami harus bangkit lagi dan hal ini yang ingin saya sampaikan kepada Fernando karena dia mempunyai musim yang luar biasa. Dia selalu berusaha dan tidak pernah menyerah. Saya turut sedih atas kegagalannya,” tambahnya.
(fmh)

Jumat, 05 November 2010

Latihan Bebas II Masih Milik Red Bull

Sabtu, 6 November 2010 - 07:34 wib
F: Sebastian Vettel (daylife)
INTERLAGOS – Duo pembalap Red Bull Sebastian Vettel dan Mark Webber masih menguasai jalannya sesi latihan bebas II, GP Brasil, sirkuit Interlagos, Sabtu (6/11/2010).

Seperti halnya di sesi latihan pertama, Vettel menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1:11:968. Webber menyusul di belakangnya dengan hanya selisih 0,104 detik. Hasil yang maksimal untuk kedua pembalap.

Sementara Fernando Alonso bisa memperbaiki posisi dan bertengger di posisi ketiga dengan selisih 0,360 detik dari Sebastian Vettel. Ini lebih baik dari sesi pertama dimana Alonso melorot ke papan bawah.

Pembalap McLaren Lewis Hamilton ada di posisi empat disusul Felipe Massa di posisi lima. Wakil Renault Robert Kubica ada di posisi enam, dibelakang Kubica ditempati Jenson Button.

Legenda Formula One, Michael Schumacher masih bercokol di posisi 10, di belakang Nick Heidfeld dan Nico Rosberg.


Hasil Latihan Bebas II
1 Sebastian Vettel Red Bull 1:11.968
2 Mark Webber Red Bull +00.104
3 Fernando Alonso Ferrari +00.360
4 Lewis Hamilton McLaren +00.688
5 Felipe Massa Ferrari +00.709
6 Robert Kubica Renault +00.914
7 Jenson Button McLaren +01.238
8 Nick Heidfeld Sauber +01.254
9 Nico Rosberg Mercedes GP +01.365
10 Michael Schumacher Mercedes GP +01.378
11 Rubens Barrichello Williams +01.552
12 Kamui Kobayashi Sauber +01.642
13 Nico Hulkenberg Williams +01.757
14 Adrian Sutil Force India +01.773
15 Vitaly Petrov Renault +01.850
16 Vitantonio Liuzzi Force India +02.077
17 Sebastien Buemi Toro Rosso +02.336
18 Jaime Alguersuari Toro Rosso +02.610
19 Jarno Trulli Lotus +03.016
20 Heikki Kovalainen Lotus +03.133
21 Lucas Di Grassi Virgin +03.465
22 Bruno Senna Hispania +04.102
23 Christian Klien Hispania +04.114
24 Timo Glock Virgin +04.182
 
 
 
 

Commonwealth Bank Tournament of Champions 2010

"Minus Unggulan, CBTC Tetap Seru"

Sabtu, 6 November 2010 - 09:36 wib

Foto: Daniela Hantuchova / Muhayati Faridatun (okezone)
NUSA DUA - Setelah Ketua Umum PB Pelti Martina Widjaja enggan menyayangkan tumbangnya keempat petenis unggulan Commonwealth Bank Tournament of Champions (CBTC) 2010, kini giliran Daniela Hantuchova angkat bicara.

Kendati mendarat di Bali sebagai salah satu peraih fasilitas wildcard, Hantuchova membuktikan dirinya mampu mengalahkan unggulan keempat Yanina Wickmayer di perempatfinal, Jumat (5/11/2010) malam. Memang, petenis asal Slovakia harus berjuang keras menghentikan perlawanan Wickmayer pada laga di Bali International Convention Centre (BICC) tersebut.

Sempat terjadi duel sengit saat tie break di set kedua, namun Hantuchova mengantongi kemenangan dengan skor 6-4 7-6. Praktis, petenis peringkat 31 dunia berhak melaju ke semifinal, Sabtu (6/11/2010), dan sudah ditunggu Alisa Kleybanova, yang sebelumnya menumbangkan juara bertahan Aravane Rezai, 6-1 6-2.

Ya, Hantuchova melengkapi rekor kemenangannya atas Wickmayer, dimana sepanjang lima pertemuan menyapu bersih kemenangan. Namun, tak lantas membuat petenis kelahiran 27 tahun silam menganggap enteng rivalnya.

“Sebenarnya rekor pertemuan itu tidak berpengaruh pada pertandingan malam tadi. Yanina bermain sangat bagus dan menyuguhkan pertarungan di level atas. Tapi, saya tetap tenang dan berusaha tampil tanpa beban,” tutur Hantuchova.

Tersingkirnya Wickmayer, tentunya memastikan tak satupun unggulan tahun ini melaju ke semifinal. Unggulan pertama Li Na disingkirkan petenis veteran Jepang Kimiko Date-Krumm, Rezai sebagai unggulan kedua tumbang oleh Kleybanova, dan unggulan ketiga Anastasia Pavlyuchenkova dikalahkan Ana Ivanovic di laga pembuka, Kamis (4/11/2010).

Namun, Hantuchova enggan mengklaim menurunnya atmosfer persaingan pada turnamen kali ini. Menurutnya, tanpa kehadiran keempat pemain unggulan, pertarungan tetap berlangsung seru. “Ya, dengan lolosnya Kimiko, saya rasa atmosfer turnamen justru lebih bagus,” imbuhnya.
 
 
 
 
 
 

Klub Elemen Penting Cetak Pemain Pelatnas PBSI

Kamis, 4 November 2010 - 20:02 wib

Foto: Istimewa
PERAN serta klub buat perkembangan bulutangkis di Indonesia tak bisa dianggap remeh. Bisa dibilang hampir seluruh pemain yang bergabung dengan pelatnas PBSI selama ini berasal dari klub-klub bulutangkis yang ada di Indonesia.

Biasanya, pemain yang terpilih masuk ke Pelatnas Pratama adalah pemain yang memiliki poin dan peringkat bagus yang dihitung dari hasil rangkaian seri Turnamen Nasional seperti Kejurnas, Sirnas, dan tentunya swasta nasional lainnya. Pada ajang itulah pemain-pemain muda dari klub beradu kemampuan demi mewujudkan mimpi untuk masuk ke Pelatnas.

Untuk Pelatnas Utama, biasanya tempat yang lowong karena sistem degradasi akan diisi pemain dari Pelatnas Pratama yang dinilai sudah memiliki kemampuan untuk naik kelas ke Pelatnas Utama. Ada kalanya untuk masuk ke Pelatnas, pemain tak melewati jalur Kejurnas atau Pelatnas Pratama. Biasanya pemain yang diambil melalui jalan pintas ini memiliki karir dan sudah cukup berprestasi.

Meski ada dua jalur yang berbeda, mereka semua berasal dari klub. Hampir tak pernah terjadi pemain yang benar-benar mandiri tanpa klub bisa menembus Pelatnas, mengingat ketatnya persaingan yang ada saat ini. Hal ini membuktikan betapa pentingnya peran klub dalam menyuplai pemain untuk mengisi tempat di pelatnas.

Bangsa Indnesia memiliki sederet klub bulutangkis. Dari semua klub yang ada, PB Djarum bisa dibilang paling konsisten dalam melakukan pembinaan pemain. Selain memiliki fasilitas modern untuk pembinaan, PB Djarum juga rajin mengirim anak didiknya mengikuti turnamen, baik di dalam maupun luar negeri.

Umumnya, pemain yang bergabung di klub lain harus datang dan mendaftar ke bila ingin menjadi terdaftar sebagai atlet binaan. Namun PB Djarum juga memiliki cara lain berupa audisi dan pemain yang lolos audisi diberi beasiswa untuk berlatih dan tinggal di asrama dengan standar terjamin. Para atlet PB Djarum juga memiliki kesempatan mengikuti turnamen dalam negeri maupun luar negeri.

“Proses pengiriman pemain kami wajib memperhatikan level dan jenis turnamen. Bila pemilihan tersebut tepat, pemain akan keluar ‘nyali bertandingnya. Bila mental bertanding sudah tumbuh, tahap berikutnya adalah mengirim pemain ke turnamen yang levelnya lebih tinggi. Harapannya tentu mengembangkan kemampuan pemain,” jelas Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin dalam rilis yang diterima okezone, Kamis (4/11/2010).

Menurut Yoppy, ada beberapa jenis kejuaraan yang menjadi incaran. Pertama, kejuaraan untuk mencari poin penting agar ranking pemain mencukupi untuk bertarung pada kejuaraan tertentu. Kedua, kejuaraan yang dipakai untuk menguji kemampuan bertanding pemain. Ketiga, kejuaraan elit dan pilihan yang bergengsi.

Saat ini, beberapa pemain PB Djarum menghuni Pelatnas PBSI. Salah satu diantaranya adalah Dionysius Hayom Rumbaka. Sejak awal 2010, pemain tunggal putra ini masuk ke Pelatnas utama Utama tanpa melewati Pelatnas Pratama. Hayom dinilai memiliki bakat bagus dan menunjukkan prestasi sebelum bergabung dengan Pelatnas.

Prestasi terakhir Hayom adalah menembus final turnamen Indonesia Gold Grand Prix di Samarinda, Oktober 2010,  sebelum akhirnya takluk di tangan Taufik Hidayat.

Selain Hayom, pemain PB Djarum lain yang masih tergabung dalam Pelatnas adalah peraih perunggu Olimpiade 2008, Maria Kristin. Juga ada M Ahsan, Fran Kurniawan, Tontowi Ahmad, Meiliana Jauhari dan Shendy Puspa Irawati.

“Di klub saya mendapat pengalaman berharga, diantaranya pengalaman bertanding, baik di dalam maupun luar negeri. Dan pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang berguna ketika ditarik masuk ke Pelatnas,” ungkap Fran, yang kini bermain di nomor ganda campuran bersama Pia Zebadiah.

Sementara jebolan PB Djarum yang pernah bergabung dengan Pelatnas dan memiliki prestasi dunia seperti Liem Swie King (tiga kali juara All England), Alan Budikusuma (peraih emas Olimpiade 1992), lalu seperti Eddy Hartono/Rudy Gunawan, Ardy B.W, Sigit Budiarto, Hariyanto Arbi, Ivana Lie, Minarti Timur dan masih banyak lagi lainnya.

“Sebetulnya komitmen kami dari dulu tak pernah berubah, yaitu mencari dan membina pemain-pemain berbakat. Kalaupun dinilai bagus dan diminta untuk bergabung dengan pelatnas, kami akan melepasnya. Pembinaan yang kami lakukan ini tujuannya demi membawa kejayaan bulutangkis Indonesia,” kata Yoppy lagi.

“Sudah sejak lama klub memang punya kontribusi yang cukup besar buat PBSI. Ada hubungan timbal balik antara dua pihak. Ke depan, saya berharap hubungan ini tetap bisa berjalan secara positif,” kata Ivana Lie, eks pemain Djarum dan tim nasional yang sekarang menjadi staf ahli Menpora.

Selain PB Djarum, klub-klub lain yang juga seringkali menyumbangkan pemainnya untuk pelatnas PBSI adalah Tangkas Alfamart Jakarta, klub Ricky Subagdja/Rexy Mainaky (juara Olimpiade 1996), Nova Widianto/Lilyana Natsir (juara dunia 2005 dan 2007).

Kemudian Jaya Raya Jakarta klub Markis Kido/Hendra Setiawan (juara Olimpiade 2008 dan juara dunia 2007), Candra Wijaya/Tony Gunawan (juara Olimpiade 2000), SGS Bandung klub Taufik Hidayat (juara Olimpiade 2004 dan juara dunia 2005), atau Suryanaga  klub Sony Dwi Kuncoro (peraih perak Olimpiade 2004).

Kasubid Pelatnas PBSI, Christian Hadinata, mengingatkan bergabung dengan pelatnas PBSI bukanlah target akhir dari pemain. Justru masuknya seorang pemain ke pelatnas adalah awal dari perjuangan untuk meraih prestasi.

“Salah kalau pemain sudah puas ketika dirinya terpilih masuk ke pelatnas. Disini bukan tujuan akhir dari pemain. Justru di pelatnas inilah pemain harus berlatih lebih keras untuk mendapatkan prestasi tertinggi,” tegas Christian.
 
 
 
 
 
 

Pacquiao Bermasalah dengan Bobot Tubuh

Senin, 1 November 2010 - 14:05 wib

F: Manny Pacquaio (daylife)
TEXAS - Berat badan menjadi masalah utama Manny Pacquaio yang akan melakoni laga melawan Antonio Margarito. Pelatih fisik Pacquaio Alex Ariza, ingin mengkondisikan berat badan anak asuhnya agar bisa lebih berbobot.

Ariza sedang berusaha menaikan berat Pacquaio untuk mendekati angka 68,5 kilogram. Sementara saat ini berat petinju asal Filipina itu hanya 66,2 kg. Ariza pun punya pekerjaan untuk membuat PacMan menjadi lebih berat.

Pacquaio sudah diberi asupan makanan sampai enam kali makan dalam satu hari. Tubuhnya masih dianggap terlalu tinggi untuk menghadapi Antonio Margarito, yang akan dilawannya pada 12 November mendatang.

Tapi, dengan bertambahnya berat maka akan berpengaruh pada kecepatan tangan Pacquiao. Ini cukup membuat pelatih utama Pacquiao Freddie Roach pusing. Pasalnya, Pacquaio harus kembali melatih kecepatan pukulannya.

"Sebenarnya semua sudah terlambat. Kita tidak bisa mengubah apa pun dalam sepuluh hari ke depan. Pacquiao mungkin sudah bermasalah dengan berat badan. Sekarang dia harus menambah bobot sambil adaptasi dengan bobot baru tersebut,” jelas Ariza seperti dilansir AP, Senin (1/11/2010).

Pacquiao tidak akan mampu menyelesaikan target tersebut dengan sempitnya waktu persiapan. Ariza dan Roach mungkin harus menghadapi fakta-fakta yang kurang baik dalam upayanya mencari strategi melawan Margarito. Roach khawatir dengan risiko cedera pada Pacquiao karena kecepatan, bobot dan kekuatan.
 
 
 
 
 
 
 

Kemenangan Perdana Heat

Kamis, 28 Oktober 2010 - 10:58 wib
Foto: LeBron James saat mempertahankan bola dari hadangan pemain Sixers/Reutes
PHILADELPHIA - Miami Heat tak ingin larut usai menelan kekalahan dari Boston Celtics pada laga pembuka NBA, kemarin. Di pertandingan keduanya, trio andalan LeBron James, Chris Bosh dan Dwayne Wade memberikan kemenangan perdana bagi Heat usai memukul tuan rumah Philadelphia 76ers 97-87.

Usai menelan kekalahan 80-88 dari Celtics di laga pertama, James, Wade dan Bosh mulai menunjukkan kerja sama apik saat menghadapi Sixers di Wells Fargo Center, Kamis (28/10/2010) malam waktu setempat. Ketiga tampil apik untuk memberikan kemenangan perdana untuk Heat.

Wade menjadi top performer bagi Heat di laga kali ini dengan torehan 30 poin, tujuh rebounds dan empat assist. King James yang mencetak 31 poin saat laga melawan Celtics menyumbang 16 poin, sedangkan Bosh menambahnya dengan raihan 15 angka, tujuh rebounds dan satu assist.

Tampil di hadapan publik lawan, anak-anak asuh Eric Spoelstra langsung menggebrak sejak awal. Dominasi tim yang digadang-gadang bakal menjadi kandidat kuat juara musim ini pun ditunjukkan dengan selalu memimpin perolehan angka di kuarter pertama maupun kedua. Heat pun menutup paruh pertama dengan kedudukan 49-41.

Memasuki kuarter ketiga, dominasi Heat kian tak terbendung. Wade menjadi aktor dibalik keberhasilan timnya mencetak 31 poin lewat tiga kali tembakan tiga angka yang meluncur deras ke jaring Sixers. Sementara Sixers hanya mampu mendulang 13 angka dan harus menerima kenyataan kian tertinggal jauh 80-54.

Kendati tertinggal cukup jauh (26) poin, namun Sixers tak menyerah. Andre Iguodala dkk pun bangkit di kuarter keempat dengan mencetak 33 angka, unggul cukup jauh dari Heat yang hanya mengoleksi 17 angka. Sayang, meski unggul jauh di kuarter terakhir, Sixers tetap tak mampu menghindari kekalahan 97-87.

Meski berhasil mengantar timnya meraih kemenangan pertama, namun James nampak tak puas. Pasalnya, dia menilai permainan timnya masih belum padu. “Kami belum berada dalam peak performance, kami bahkan belum mendekati itu. Namun, pada saatnya nanti, kami akan padu dan menjadi tim yang solid,” tandas James seperti dikutip Yahoosports selepas laga.

Awal Sempurna untuk Lorenzo

Sabtu, 6 November 2010 - 10:48 wib

VALENCIA - Jorge Lorenzo tampil impresif di sesi latihan hari pertama GP Valencia. Pembalap Fiat Yamaha itu merasa telah mengawalinya dengan sempurna dan optimistis akan meraih kemenangan.

Di sesi latihan pertama, Lorenzo kalah cepat dengan Casey Stoner yang mampu mencatatkan waktu terbaiknya. Namun di sesi latihan kedua, pembalap asal Spanyol itu mempu membalasnya untuk menjadi yang tercepat.

Lorenzo sangat puas dengan perfomanya di sesi latihan dan merasa mendapatkan suntikan motivasi untuk melanjutkan perfoma terbaiknya di sesi latihan berikutnya.

“Ini hari pertama yang sangat bagus. Saya sangat termotivasi untuk balapan di sini dan merasa lebih baik dari tahun sebelumnya. Sedikit lebih cepat dan hasil yang sempurna saat ini,” ujar Lorenzo.

“Kami memulai hari ini (kemarin) dengan sangat kuat dan saya merasa sangat yakin motor saya bisa bekerja dengan baik di sini,” jelasnya dikutip situs MotoGP, Sabtu (6/11/2010).

Dengan catatan waktu yang impresif, Loreno berharap bisa menutup akhir musim ini dengan membukukan kemenangan untuk kesembilan kalinya.

“Kami akan mencobanya. Kami tahu ini tidak akan mudah karena Casey sangat cepat di sini dan Dani juga akan iktu bersaing. Begitu juga dengan Valentino yang akan sangat cepat di balapan nanti. Lihat saja nanti apa yang terjadi di sesi latihan berikutnya,” tandasnya.