Jumat, 05 November 2010

Latihan Bebas II Masih Milik Red Bull

Sabtu, 6 November 2010 - 07:34 wib
F: Sebastian Vettel (daylife)
INTERLAGOS – Duo pembalap Red Bull Sebastian Vettel dan Mark Webber masih menguasai jalannya sesi latihan bebas II, GP Brasil, sirkuit Interlagos, Sabtu (6/11/2010).

Seperti halnya di sesi latihan pertama, Vettel menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1:11:968. Webber menyusul di belakangnya dengan hanya selisih 0,104 detik. Hasil yang maksimal untuk kedua pembalap.

Sementara Fernando Alonso bisa memperbaiki posisi dan bertengger di posisi ketiga dengan selisih 0,360 detik dari Sebastian Vettel. Ini lebih baik dari sesi pertama dimana Alonso melorot ke papan bawah.

Pembalap McLaren Lewis Hamilton ada di posisi empat disusul Felipe Massa di posisi lima. Wakil Renault Robert Kubica ada di posisi enam, dibelakang Kubica ditempati Jenson Button.

Legenda Formula One, Michael Schumacher masih bercokol di posisi 10, di belakang Nick Heidfeld dan Nico Rosberg.


Hasil Latihan Bebas II
1 Sebastian Vettel Red Bull 1:11.968
2 Mark Webber Red Bull +00.104
3 Fernando Alonso Ferrari +00.360
4 Lewis Hamilton McLaren +00.688
5 Felipe Massa Ferrari +00.709
6 Robert Kubica Renault +00.914
7 Jenson Button McLaren +01.238
8 Nick Heidfeld Sauber +01.254
9 Nico Rosberg Mercedes GP +01.365
10 Michael Schumacher Mercedes GP +01.378
11 Rubens Barrichello Williams +01.552
12 Kamui Kobayashi Sauber +01.642
13 Nico Hulkenberg Williams +01.757
14 Adrian Sutil Force India +01.773
15 Vitaly Petrov Renault +01.850
16 Vitantonio Liuzzi Force India +02.077
17 Sebastien Buemi Toro Rosso +02.336
18 Jaime Alguersuari Toro Rosso +02.610
19 Jarno Trulli Lotus +03.016
20 Heikki Kovalainen Lotus +03.133
21 Lucas Di Grassi Virgin +03.465
22 Bruno Senna Hispania +04.102
23 Christian Klien Hispania +04.114
24 Timo Glock Virgin +04.182
 
 
 
 

Commonwealth Bank Tournament of Champions 2010

"Minus Unggulan, CBTC Tetap Seru"

Sabtu, 6 November 2010 - 09:36 wib

Foto: Daniela Hantuchova / Muhayati Faridatun (okezone)
NUSA DUA - Setelah Ketua Umum PB Pelti Martina Widjaja enggan menyayangkan tumbangnya keempat petenis unggulan Commonwealth Bank Tournament of Champions (CBTC) 2010, kini giliran Daniela Hantuchova angkat bicara.

Kendati mendarat di Bali sebagai salah satu peraih fasilitas wildcard, Hantuchova membuktikan dirinya mampu mengalahkan unggulan keempat Yanina Wickmayer di perempatfinal, Jumat (5/11/2010) malam. Memang, petenis asal Slovakia harus berjuang keras menghentikan perlawanan Wickmayer pada laga di Bali International Convention Centre (BICC) tersebut.

Sempat terjadi duel sengit saat tie break di set kedua, namun Hantuchova mengantongi kemenangan dengan skor 6-4 7-6. Praktis, petenis peringkat 31 dunia berhak melaju ke semifinal, Sabtu (6/11/2010), dan sudah ditunggu Alisa Kleybanova, yang sebelumnya menumbangkan juara bertahan Aravane Rezai, 6-1 6-2.

Ya, Hantuchova melengkapi rekor kemenangannya atas Wickmayer, dimana sepanjang lima pertemuan menyapu bersih kemenangan. Namun, tak lantas membuat petenis kelahiran 27 tahun silam menganggap enteng rivalnya.

“Sebenarnya rekor pertemuan itu tidak berpengaruh pada pertandingan malam tadi. Yanina bermain sangat bagus dan menyuguhkan pertarungan di level atas. Tapi, saya tetap tenang dan berusaha tampil tanpa beban,” tutur Hantuchova.

Tersingkirnya Wickmayer, tentunya memastikan tak satupun unggulan tahun ini melaju ke semifinal. Unggulan pertama Li Na disingkirkan petenis veteran Jepang Kimiko Date-Krumm, Rezai sebagai unggulan kedua tumbang oleh Kleybanova, dan unggulan ketiga Anastasia Pavlyuchenkova dikalahkan Ana Ivanovic di laga pembuka, Kamis (4/11/2010).

Namun, Hantuchova enggan mengklaim menurunnya atmosfer persaingan pada turnamen kali ini. Menurutnya, tanpa kehadiran keempat pemain unggulan, pertarungan tetap berlangsung seru. “Ya, dengan lolosnya Kimiko, saya rasa atmosfer turnamen justru lebih bagus,” imbuhnya.
 
 
 
 
 
 

Klub Elemen Penting Cetak Pemain Pelatnas PBSI

Kamis, 4 November 2010 - 20:02 wib

Foto: Istimewa
PERAN serta klub buat perkembangan bulutangkis di Indonesia tak bisa dianggap remeh. Bisa dibilang hampir seluruh pemain yang bergabung dengan pelatnas PBSI selama ini berasal dari klub-klub bulutangkis yang ada di Indonesia.

Biasanya, pemain yang terpilih masuk ke Pelatnas Pratama adalah pemain yang memiliki poin dan peringkat bagus yang dihitung dari hasil rangkaian seri Turnamen Nasional seperti Kejurnas, Sirnas, dan tentunya swasta nasional lainnya. Pada ajang itulah pemain-pemain muda dari klub beradu kemampuan demi mewujudkan mimpi untuk masuk ke Pelatnas.

Untuk Pelatnas Utama, biasanya tempat yang lowong karena sistem degradasi akan diisi pemain dari Pelatnas Pratama yang dinilai sudah memiliki kemampuan untuk naik kelas ke Pelatnas Utama. Ada kalanya untuk masuk ke Pelatnas, pemain tak melewati jalur Kejurnas atau Pelatnas Pratama. Biasanya pemain yang diambil melalui jalan pintas ini memiliki karir dan sudah cukup berprestasi.

Meski ada dua jalur yang berbeda, mereka semua berasal dari klub. Hampir tak pernah terjadi pemain yang benar-benar mandiri tanpa klub bisa menembus Pelatnas, mengingat ketatnya persaingan yang ada saat ini. Hal ini membuktikan betapa pentingnya peran klub dalam menyuplai pemain untuk mengisi tempat di pelatnas.

Bangsa Indnesia memiliki sederet klub bulutangkis. Dari semua klub yang ada, PB Djarum bisa dibilang paling konsisten dalam melakukan pembinaan pemain. Selain memiliki fasilitas modern untuk pembinaan, PB Djarum juga rajin mengirim anak didiknya mengikuti turnamen, baik di dalam maupun luar negeri.

Umumnya, pemain yang bergabung di klub lain harus datang dan mendaftar ke bila ingin menjadi terdaftar sebagai atlet binaan. Namun PB Djarum juga memiliki cara lain berupa audisi dan pemain yang lolos audisi diberi beasiswa untuk berlatih dan tinggal di asrama dengan standar terjamin. Para atlet PB Djarum juga memiliki kesempatan mengikuti turnamen dalam negeri maupun luar negeri.

“Proses pengiriman pemain kami wajib memperhatikan level dan jenis turnamen. Bila pemilihan tersebut tepat, pemain akan keluar ‘nyali bertandingnya. Bila mental bertanding sudah tumbuh, tahap berikutnya adalah mengirim pemain ke turnamen yang levelnya lebih tinggi. Harapannya tentu mengembangkan kemampuan pemain,” jelas Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin dalam rilis yang diterima okezone, Kamis (4/11/2010).

Menurut Yoppy, ada beberapa jenis kejuaraan yang menjadi incaran. Pertama, kejuaraan untuk mencari poin penting agar ranking pemain mencukupi untuk bertarung pada kejuaraan tertentu. Kedua, kejuaraan yang dipakai untuk menguji kemampuan bertanding pemain. Ketiga, kejuaraan elit dan pilihan yang bergengsi.

Saat ini, beberapa pemain PB Djarum menghuni Pelatnas PBSI. Salah satu diantaranya adalah Dionysius Hayom Rumbaka. Sejak awal 2010, pemain tunggal putra ini masuk ke Pelatnas utama Utama tanpa melewati Pelatnas Pratama. Hayom dinilai memiliki bakat bagus dan menunjukkan prestasi sebelum bergabung dengan Pelatnas.

Prestasi terakhir Hayom adalah menembus final turnamen Indonesia Gold Grand Prix di Samarinda, Oktober 2010,  sebelum akhirnya takluk di tangan Taufik Hidayat.

Selain Hayom, pemain PB Djarum lain yang masih tergabung dalam Pelatnas adalah peraih perunggu Olimpiade 2008, Maria Kristin. Juga ada M Ahsan, Fran Kurniawan, Tontowi Ahmad, Meiliana Jauhari dan Shendy Puspa Irawati.

“Di klub saya mendapat pengalaman berharga, diantaranya pengalaman bertanding, baik di dalam maupun luar negeri. Dan pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang berguna ketika ditarik masuk ke Pelatnas,” ungkap Fran, yang kini bermain di nomor ganda campuran bersama Pia Zebadiah.

Sementara jebolan PB Djarum yang pernah bergabung dengan Pelatnas dan memiliki prestasi dunia seperti Liem Swie King (tiga kali juara All England), Alan Budikusuma (peraih emas Olimpiade 1992), lalu seperti Eddy Hartono/Rudy Gunawan, Ardy B.W, Sigit Budiarto, Hariyanto Arbi, Ivana Lie, Minarti Timur dan masih banyak lagi lainnya.

“Sebetulnya komitmen kami dari dulu tak pernah berubah, yaitu mencari dan membina pemain-pemain berbakat. Kalaupun dinilai bagus dan diminta untuk bergabung dengan pelatnas, kami akan melepasnya. Pembinaan yang kami lakukan ini tujuannya demi membawa kejayaan bulutangkis Indonesia,” kata Yoppy lagi.

“Sudah sejak lama klub memang punya kontribusi yang cukup besar buat PBSI. Ada hubungan timbal balik antara dua pihak. Ke depan, saya berharap hubungan ini tetap bisa berjalan secara positif,” kata Ivana Lie, eks pemain Djarum dan tim nasional yang sekarang menjadi staf ahli Menpora.

Selain PB Djarum, klub-klub lain yang juga seringkali menyumbangkan pemainnya untuk pelatnas PBSI adalah Tangkas Alfamart Jakarta, klub Ricky Subagdja/Rexy Mainaky (juara Olimpiade 1996), Nova Widianto/Lilyana Natsir (juara dunia 2005 dan 2007).

Kemudian Jaya Raya Jakarta klub Markis Kido/Hendra Setiawan (juara Olimpiade 2008 dan juara dunia 2007), Candra Wijaya/Tony Gunawan (juara Olimpiade 2000), SGS Bandung klub Taufik Hidayat (juara Olimpiade 2004 dan juara dunia 2005), atau Suryanaga  klub Sony Dwi Kuncoro (peraih perak Olimpiade 2004).

Kasubid Pelatnas PBSI, Christian Hadinata, mengingatkan bergabung dengan pelatnas PBSI bukanlah target akhir dari pemain. Justru masuknya seorang pemain ke pelatnas adalah awal dari perjuangan untuk meraih prestasi.

“Salah kalau pemain sudah puas ketika dirinya terpilih masuk ke pelatnas. Disini bukan tujuan akhir dari pemain. Justru di pelatnas inilah pemain harus berlatih lebih keras untuk mendapatkan prestasi tertinggi,” tegas Christian.
 
 
 
 
 
 

Pacquiao Bermasalah dengan Bobot Tubuh

Senin, 1 November 2010 - 14:05 wib

F: Manny Pacquaio (daylife)
TEXAS - Berat badan menjadi masalah utama Manny Pacquaio yang akan melakoni laga melawan Antonio Margarito. Pelatih fisik Pacquaio Alex Ariza, ingin mengkondisikan berat badan anak asuhnya agar bisa lebih berbobot.

Ariza sedang berusaha menaikan berat Pacquaio untuk mendekati angka 68,5 kilogram. Sementara saat ini berat petinju asal Filipina itu hanya 66,2 kg. Ariza pun punya pekerjaan untuk membuat PacMan menjadi lebih berat.

Pacquaio sudah diberi asupan makanan sampai enam kali makan dalam satu hari. Tubuhnya masih dianggap terlalu tinggi untuk menghadapi Antonio Margarito, yang akan dilawannya pada 12 November mendatang.

Tapi, dengan bertambahnya berat maka akan berpengaruh pada kecepatan tangan Pacquiao. Ini cukup membuat pelatih utama Pacquiao Freddie Roach pusing. Pasalnya, Pacquaio harus kembali melatih kecepatan pukulannya.

"Sebenarnya semua sudah terlambat. Kita tidak bisa mengubah apa pun dalam sepuluh hari ke depan. Pacquiao mungkin sudah bermasalah dengan berat badan. Sekarang dia harus menambah bobot sambil adaptasi dengan bobot baru tersebut,” jelas Ariza seperti dilansir AP, Senin (1/11/2010).

Pacquiao tidak akan mampu menyelesaikan target tersebut dengan sempitnya waktu persiapan. Ariza dan Roach mungkin harus menghadapi fakta-fakta yang kurang baik dalam upayanya mencari strategi melawan Margarito. Roach khawatir dengan risiko cedera pada Pacquiao karena kecepatan, bobot dan kekuatan.
 
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar